Welcome to BlogYou!

Welcome to the latest and greatest blogger template.
Start Bloggin today with a free account!

Register Now!

Aplikasi Ozone Therapy

Sebelum dilakukan ozone therapy, pasien diharuskan melakukan konsultasi, pemeriksaan fisik, laboratorium lengkap dengan dokter. Hal ini diperlukan untuk mengetahui jenis penyakit , indikasi dan kontraindikasi ozon, dosis ozon yang diberikan dan metode ozon yang diperlukan oleh pasien. Setelah menjalani ozone therapy, pasien dapat beraktivitas seperti biasa. Beberapa metode ozone yang dapat diberikan kepada pasien antara lain :

I. Polyatomic Oxygen Ozone Apheresis Therapy

Polyatomic Oxygen Ozon Apheresis Therapy merupakan metode ozone therapy yang menggunakan prosedur dialysis (resirkulasi darah). Darah pasien ditarik melalui satu lengan, diproses dengan ozon dan difilter di luar tubuh, kemudian disirkulasikan kembali melalui lengan yang lain. Proses ini berlangsung terus menerus selama satu jam. Saat terapi akan terlihat perubahan warna darah yang semula gelap berubah menjadi merah terang karena diperkaya dengan oksigen. Polyatomic Oxygen Ozone Apheresis Therapy ini mampu secara sistematis mencapai semua organ dan mengoptimalkan fungsi – fungsi dari organ tubuh tersebut. Setiap sesi pengolahan darah mampu mengolah 2,4 hingga 3 liter darah. Ini berarti dosis optimal ozon yang efektif dapat dicapai. Untuk gangguan sirkulasi darah, umumnya dibutuhkan 5 – 10 kali terapi, untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Indikasi Terapi :

  • Gangguan sirkulasi darah dan mencegah penyumbatan pembuluh darah.
  • Mengencerkan darah pekat dan kental.
  • Membersihkan plak – plak yang ada pada dinding pembuluh darah, melenturkan pembuluh darah, mencegah terjadinya luka dan perdarahan pada dinding pembuluh darah, sehingga mengurangi penyempitan dan mencegah penyumbatan pembuluh darah.
  • Menurunkan kadar trigliserida, kolesterol, asam urat dan menstabilkan tekanan darah.
  • Meningkatkan fungsi dan kekuatan pompa jantung sehingga volume darah meningkat.
  • Mencegah stroke dan membantu mempercepat pemulihan pasca stroke bagi pasien stroke.
  • Meningkatkan metabolisme dan daya tahan tubuh terhadap penyakit.
  • Membanjiri seluruh tubuh dengan oksigen murni berkualitas medis yang cukup agar seluruh sel tetap sehat dan berfungsi optimal.
  • Mengoksidasi toksin – toksin yang tertimbun dalam tubuh dari polusi seperti polusi udara, air dan tanah serta makanan yang banyak mengandung bahan kimia yang berpengaruh buruk terhadap metabolisme tubuh.

Metode Terapi :
Polyatomic Oxygen Ozon Apheresis Therapy dilakukan selama satu jam dengan cara mensirkulasikan darah dengan ozon sebanyak 2,4 hingga 3 liter darah.Terapi dilakukan sekali dalam seminggu dan dosis terapeutik dicapai pada 5 – 10 kali terapi.

II. Ozonated Saline Infussion

Ozonated Saline Infussion adalah suatu metode ozone therapy dengan memberikan cairan infuse NaCl 0,9 % yang telah dibubble (diproses) dengan ozon dan oksigen terlebih dahulu. Proses bubbling ini berlangsung selama 20 menit sebelum diinfuse ke dalam tubuh pasien melalui pembuluh darah vena. Proses Ozonated Saline Infussion ini berlangsung selama ± 30 menit.

Indikasi Terapi :

  • Efektif dalam menurunkan tekanan darah dan gula darah.
  • Meningkatkan metabolisme dan daya tahan tubuh terhadap penyakit.
  • Membantu mempercepat pemulihan pasca stroke.
  • Meningkatkan metabolisme dan daya tahan tubuh terhadap penyakit.

Metode Terapi :
Ozonated saline Infussion dilakukan selama ± 30 menit setiap satu atau dua hari sekali.

 

III. Rectal Insufflation

Rectal Insufflation adalah terapi insuflasi dengan campuran oksigen – ozon, pertama kali diaplikasikan pada tahun 1935 oleh Profesor Payr dan 1936 oleh Aubourg, MD. Terapi ini dilakukan dengan cara memasukkan campuran ozon oksigen yang telah disediakan di dalam ozone bag, kemudian dimasukkan melalui anus dengan menggunakan disposable kateter.
Telah terbukti bahwa terapi ini dapat membantu proses penyembuhan pada inflamasi atau peradangan saluran cerna bawah, bahkan terapi ini turut membantu dalam menjaga keseimbangan flora normal saluran cerna yang sering terganggu akibat adanya kuman – kuman pathogen yang bersifat merusak.

Indikasi Terapi:

  • Efek lokal: Peradangan saluran pencernaan bawah (colitis, proctitis, fistulae).
  • Efek sistemik:
    - Melancarkan gangguan sirkulasi pembuluh darah.
    - Mengaktifkan sistem kekebalan tubuh.
    - Terapi adjuvant (tambahan) pada penyakit kanker.
    - Terapi komplementer pada hepatitis akut dan kronik.

Metode Terapi :
Terapi dilakukan dua hari sekali, lama terapi 15 – 20 menit. Total lama terapi sesuai indikasi

IV. Insufflation Treatment

Wanita sangat rentan terhadap berbagai infeksi saluran reproduksi. Bentuk anatomi organ reproduksi wanita yang lebih terpapar terhadap lingkungan luar tubuh serta saluran reproduksi yang lebih pendek daripada pria menyebabkan wanita menjadi lebih rentan pada saluran reproduksinya. Jika infeksi dibiarkan berkelanjutan, hal ini dapat memicu berbagai komplikasi diantaranya infertilitas atau ketidak-suburan. 

Vaginal insufflation merupakan terapi untuk membantu wanita yang mengalami masalah infertilitas terutama yang disebabkan oleh infeksi saluran reproduksi wanita.
Terapi ini dilakukan dengan cara memasukkan campuran ozon oksigen yang telah disediakan di dalam ozone bag, kemudian dimasukkan melalui vagina dengan menggunakan disposable kateter.

Indikasi terapi:

  • Peradangan saluran reproduksi wanita yang disebabkan oleh virus, jamur, dan bakteri
  • Terapi infertilitas untuk membantu pasangan usia subur yang menginginkan keturunan.

Metode terapi :
Terapi dilakukan dua hari sekali selama 12 session dengan lama terapi 15 – 20 menit.

V. Dispersion

Masalah kesehatan organ kewanitaan menjadi hal yang patut diperhatikan belakangan ini. Penggunaan antibiotik, stress fisik dan psikis yang berlebih serta berbagai perilaku seksual menjadi pemicu berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan organ kewanitaan. Hal inilah yang memicu pentingnya menjaga higiene atau kebersihan organ kewanitaan. Irigasi organ kewanitaan dengan ozon (vaginal dispersion) sangat membantu wanita untuk menjaga organ kewanitaan serta membantu keseimbangan flora normal serta menjaga imunitas lokal dari organ kewanitaan. 

Indikasi terapi :

  • Membersihkan dan menjaga higiene saluran reproduksi wanita
  • Mencegah infeksi saluran reproduksi wanita
  • Membantu proses penyembuhan infeksi pada saluran reproduksi wanita.
  • Mengatasi masalah keputihan dan bau tak sedap pada vagina.

Metode terapi :

  • Vaginal dispersion diaplikasikan setiap hari selama 5 – 8 hari pada kasus peradangan saluran reproduksi wanita.
  • Sebagai terapi maintannance, vaginal dispersion diaplikasikan sekali dalam sebulan, dengan waktu aplikasi seminggu sebelum atau sesudah siklus menstruasi untuk menjaga higiene saluran reprodusi wanita.l

 

VI. Vitality Therapy (Terapi Vitalitas)

Erectile Dysfunction atau Disfungsi Ereksi (DE) dapat didefinisikan sebagai ketidakmampuan secara total untuk mencapai ereksi atau ketidakmampuan untuk mempertahankan ereksi. Perbedaan definisi ini sering menyulitkan dalam memperkirakan kasus ereksi secara statistik. Menurut National Ambulatory Medical Care Survey (NAMCS), pada tahun 1985, setiap 1000 pria di USA, terdapat 7,7 kunjungan dengan masalah DE. Pada tahun 1999, angka kunjungan meningkat menjadi 22,3. Hal ini ditandai pula dengan banyaknya obat – obatan dan alat – alat bantu yang dipakai untuk mencapai dan mempertahankan ereksi.
Vitality Therapy (Terapi Vitalitas) dengan menggunakan ozone therapy dapat membantu dalam menangani kasus – kasus DE. Dengan system vacuum ozone, darah ditarik menuju penis dengan suatu alat noninvasive (tidak masuk ke dalam tubuh), dimana efek samping jarang sekali terjadi pada penggunaan alat ini.

Indikasi Terapi :

  • Pasien dengan penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, penyakit jantung, pasien pasca operasi prostat dan kasus – kasus ED yang disebabkan karena penyakit kronis dimana terapi juga dikombinasi dengan terapi untuk memperbaiki penyakit primer yang menjadi penyebab gangguan ereksi.
  • Gangguan ereksi parsial dimana pasien dapat mencapai ereksi tetapi tidak dapat mempertahankan ereksi dalam waktu tertentu.


Metode Terapi :
Vacuum ozone diaplikasikan selama ± 15 menit dengan frekwensi terapi tiga kali dalam seminggu. Total terapi sesuai indikasi.

VII. Ozonated Olive Oil

Manfaat Ozonated Olive Oil dalam dunia medis berdasarkan atas efek desinfektan (pembersih kuman) dari minyak zaitun yang telah diproses dengan ozon. Sifat desinfektan ini telah terbukti ratusan kali lebih efektif dalam preparat minyak daripada cairan.

Indikasi :

  • Sebagai desinfektan luka pada kulit yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur seperti jerawat, panu, kadas, kurap.
  • Membantu proses penyembuhan pada infeksi – infeksi kulit dan memperbaiki regenerasi kulit pad sel – sel kulit mati.
  • Memperbaiki tekstur kulit dan pencegahan terhadap infeksi pada kulit.
  • Digunakan sebagai media massage untuk mengurangi selulit.
  • Menetralisir asam lambung yang berlebih (Ozonated olive oil boleh diminum).

Metode Terapi :

  • Ozonated Olive Oil dapat diaplikasikan baik secara internal maupun eksternal.
  • Terapi eksternal dilakukan dengan mengaplikasikan pada permukaan kulit yang mengalami peradangan.
  • Terapi internal dilakukan dengan cara mengkonsumsi Ozonated Olive Oil secara oral.

 

VIII. Firming Treatment (Terapi Pengencangan)

Payudara yang sehat, padat dan kencang adalah dambaan kaum wanita. Selain faktor estetik, payudara juga merupakan faktor fungsional wanita karena pengaruh hormonal serta fungsi laktasi atau menyusui yang dimiliki oleh wanita. Hal inilah yang menyebabkan pentingnya menjaga kesehatan payudara sekaligus mencegah secara dini kanker payudara yang menempati urutan kedua sebagai penyebab kematian wanita terbanyak. Breast Treatment dengan Firming Treatment membantu para wanita untuk menjaga kesehatan payudara wanita baik secara estetik maupun fungsional.

Indikasi:

  • Mencegah kanker payudara.
  • Menjaga kesehatan payudara wanita.
  • Membantu mengencangkan jaringan ikat payudara yang kendur, dengan memicu sintesis kolagen pada kulit.
  • Memberikan proporsi ukuran payudara yang seimbang.
  • Membesarkan payudara secara proporsional dengan metode alamiah.
  • Mengembalikan elastisitas dan kekenyalan payudara yang mengendur.

Metode Terapi :
Terapi payudara dilakukan secara berkala, tiga kali dalam seminggu selama sepuluh kali terapi dengan dikombinasi dengan latihan untuk membantu otot dan jaringan ikat payudara yang mengendur.

IX. Cupping ( Low pressure Ozone Gas Irrigation )

Cupping atau Low Pressure Ozone gas Irrigation memiliki efek terapi dan rekonstruktif dalam memperbaiki tekstur permukaan kulit. Terapi ini terbukti bermanfaat selain untuk peradangan kulit juga untuk mempebaiki tekstur kulit yang bermasalah karena faktor usia (kerutan atau wrinkle) maupun karena tumpukan lemak yang sangat mengganggu (selulit). Efek tekanan negative (vacuum) yang menyebabkan proses regenerasi dan pemulihan dari jaringan luka yang terpapar ozon. Efek tekanan ini pula berguna mengencangkan kulit sehingga bermanfaat untuk memperbaiki kerut pada kulit dan selulit. 

Indikasi terapi :

  • Terapi inflamasi kulit yang disebabkan oleh bakteri, jamur dan virus.
  • Memperbaiki kulit yang bermasalah terutama pada kasus jerawat (acne vulgaris), panu (Tinea vesicolor), eczema, herpes, dan bisul (pyoderma).
  • Terapi kombinasi dengan Ozonated Olive Oil dalam menangani kulit yang bermasalah dan membantu regenerasi sel – sel kulit mati.
  • Memperbaiki tekstur kulit yang bergelombang pada lokasi selulit dengan proses Vacuum Vibratory Lipocorrection.
  • Mencegah dan meminimalisasi kerut (wrinkle) akibat proses penuaan pada kulit (anti-aging effect).

Metode Terapi :
Permukaan kulit yang bermasalah diterapi dengan Ozon Suction Cup selama 20 – 30 menit. 

X. Bagging

Bagging adalah suatu metode ozonisasi untuk menyembuhkan luka-luka pada kaki akibat diabetes. Bila luka pada kaki tersebut masih basah, bernanah, dan banyak jaringan nekrotik (jaringan mati), maka dilakukan nekrotomi/ debridement luka terlebih dahulu, kemudian dilakukan bagging basah. Tetapi apabila luka dalam keadaan kering, maka dilakukan bagging kering.
Proses bagging basah itu sendiri adalah kaki yang luka dibungkus dengan plastik yang terisi air sampai batas atas luka (luka terendam), kemudian ozone dialirkan kedalam air tersebut. Untuk bagging kering, luka hanya dilembabkan dengan air sebelum dimulai dengan ozone.

Indikasi terapi:

  • Infeksi pada kulit, terutama yang disebabkan oleh bakteri, jamur dan virus.
  • Merangsang epitelisasi pada penyembuhan luka bakar.
  • Bersifat membersihkan luka (desinfektan luka) terhadap bakteri, kuman dan virus yang menghambat proses penyembuhan luka.

Metode Terapi :
Kulit yang akan dibagging dengan bagging basah dibungkus dengan plastik yang terisi air sampai batas atas luka (luka terendam), kemudian ozone dialirkan kedalam air tersebut. Untuk bagging kering, luka hanya dilembabkan dengan air sebelum dimulai dengan ozone. Proses bagging itu berlangsung selama 30 menit, dengan frekuensi terapi satu hingga dua hari sekali selama sepuluh kali terapi.

XI. Head Cap Treatment

 

Head Cap Treatment adalah suatu metode terapi yang menggunakan ozon dengan tujuan menjaga kulit kepala yang sehat dan bersih. Kulit kepala yang sehat dan bersih menjamin pertumbuhan rambut yang sehat dan kuat sehingga Head Cap Treatment dapat digunakan sebagai usaha preventif terhadap berbagai masalah rambut.

Indikasi Terapi :

  • Berbagai masalah kulit kepala yang disebabkan karena bakteri, virus dan jamur. Gejala yang ditimbulkan mencakup rasa gatal, kulit kepala berketombe, rambut rontok dan pecah – pecah.
  • Rambut rontok karena akar rambut yang lemah.
  • Memberikan efek relaksasi pada kulit kepala dan memberikan efek tekanan pada pembuluh darah yang melebar yang sering terjadi pada kasus migrain dan sakit kepala lainnya.

Metode Terapi :

Kulit kepala yang akan diterapi dibungkus dengan cap kepala yang dialiri dengan ozon selama 20 menit. Perawatan kulit kepala dengan terapi ini dilakukan setiap dua hari sekali sebanyak 10 sesi terapi.

XII. Ozonated Non-Surgical Liposuction Slimming Therapy

Penampilan yang baik serta kesehatan tubuh yang prima berpengaruh pada kualitas hidup manusia. Selain mengganggu penampilan, lemak yang tertimbun di bagian – bagian tubuh tertentu juga berpengaruh buruk terhadap kesehatan. Efek ozone therapy pada pembakaran lemak didapatkan melalui berbagai mekanisme yang berbeda. Ozon bereaksi terhadap ikatan rangkap pada lemak sehingga mengakibatkan pecahnya ikatan lemak tersebut. Di lain pihak, ozon juga membantu dalam mengencangkan kulit yang kendur karena berkurangnya berat badan melalui mekanisme penarikan akibat tekanan negatif (vacuum) pada kulit.
Liposuction dengan ozone-oxygen mixture ini membantu dalam menangani masalah yang berhubungan dengan berat badan dan timbunan lemak tanpa harus melalui proses operasi. Dengan melakukan kombinasi injeksi ozon dan cupping (Ozone vacuum), dilakukan koreksi terhadap tekstur kulit yang bermasalah karena timbunan lemak, sekaligus dilakukan pengencangan agar kulit tidak menjadi kendur.

Indikasi Terapi :

  • Menghilangkan selulit.
  • Mengencangkan bagian kulit yang kendur seperti daerah bokong, lengan bagian bawah, paha, perut dan bagian tubuh lain yang merupakan deposit lemak.
  • Memperbaiki mikrosirkulasi di lokasi timbunan lemak.
  • Menghilangkan striae atau stretch mark serta menyamarkan warna kulit yang berubah karena striae atau stretch mark tersebut.
  • Mengencangkan kerut – kerut pada wajah.
  • Meningkatkan elastisitas dan kekenyalan kulit.

Metode terapi :
Bagian kulit yang akan diterapi, dioleskan terlebih dahulu dengan Ozonated Olive Oil, lalu dilakukan massage unutk mengencangkan bagian yang akan diterapi dengan Cupping (Low Pressure Ozone) selama 3 – 5 menit. Setelah itu, dilakukan injeksi ozone di bagian kulit yang bermasalah. Pada akhir terapi, dilakukan massage ulang dengan Ozonated Olive Oil dan Cupping (Low Pressure Ozone). Terapi dilakukan setiap dua hari sekali selama ± 7 kali terapi dan dianjurkan untuk melakukan terapi kombinasi dengan Ozonated Saline Infussion dan Rectal Insufflation untuk meningkatkan efektifitas terapi.

Kontraindikasi Ozone Therapy
• Hipertiroid
• Perdarahan internal yang aktif
• Trombositopenia (< 100.000)
• Kejang perut atau kejang saat teapi
• Hipokoagulasi
• Pankreatitis
• Infark miokardium
• Serangan perdarahan
• Acute alcoholic psychosis
• Intoleransi ozone
• Infeksi akut seperti radang paru - paru akut
• Penyakit kronik exaserbasi akut yang belum terkontrol
(Gagal jantung kronik kelas 3 dan 4, Bronkitis Kronik eksaserbasi Akut, Asma, dan lain - lain).

Faktor Keamanan Ozone Therapy
Ada lebih dari 3000 referensi medis dalam literatur Jerman, yang menyatakan penggunaan ozon selama lebih dari 50 tahun untuk manusia, dalam total jutaan dosis. Masyarakat Medis Jerman (The German Medical Society) mencantumkan dalam laporannya, bahwa 384.775 pasien telah diobati dengan ozone therapy, dengan total 5.579.238 aplikasi. Menurut pengamatan The German Medical Society, tingkat efek samping pada setiap aplikasi ozon ± 0,000005. Efek samping yang pernah dilaporkan adalah seperti gatal pada kulit, pusing, mual, sakit perut, napas berat, berdebar-debar, dan mengantuk. Jika ditemukan gejala seperti ini, maka terapi dihentikan dan efek tersebut hilang dalam waktu tidak terlalu lama (± 20 menit). Ini merupakan tingkat keamanan yang cukup tinggi untuk menjamin keamanan pasien pada saat terapi

XII. ULTRAVIOLET AUTOHAEMOTHERAPY (UVAHT)

Potensi sinar ultraviolet (UV) sebagai terapi radiasi ditemukan pertama kali tahun 1880 oleh dr. Niels Finsen. Pada tahun 1928, Emmet Knott, MD melakukan radiasi UV pada darah manusia untuk pertama kalinya pada kasus sepsis (infeksi bakteri akut menyeluruh yang menyebar secara hematogenik, atau melalui darah). Pada tahun 1942, lebih dari 6500 pasien diterapi dengan UBI dengan tingkat keberhasilan terapi hingga 95 %, dan tidak ditemukan efek samping yang berarti pada terapi ini.

Manfaat Terapi :

  • Menghambat pertumbuhan bakteri.
  • Meningkatkan kekuatan ikatan oksigen dengan darah serta pelepasan oksigen ke organ tubuh.
  • Meningkatkan stimulasi imunitas selular dan humoral.
  • Meningkatkan aktivitas hormon steroid.
  • Meningkatkan aktivitas sel – sel darah putih sebagai pertahanan tubuh terhadap infeksi.
  • Mengurangi aktivitas penggumpalan darah.
  • Meningkatkan aktivitas fibrinolisis, yang dapat mengurangi aktivitas pembekuan dan penggumpalan darah.
  • Mengurangi viskositas atau kekentalan darah.
  • Meningkatkan mikrosirkulasi.
  • Memperbaiki sirkulasi darah dan oksigenasi pada para pasien dengan gangguan jantung.
  • Membantu proses penyembuhan pada pasien – pasien yang telah resisten (tidak berespon) terhadap berbagai golongan antibiotik.

Metode Terapi:
Dilakukan proses pemaparan sinar UV pada darah pasien. Darah pasien dialirkan keluar dalam selang yang disposable dengan kecepatan tertentu. Banyaknya darah dipaparkan ± 1–2 cc setiap satu kilogram berat badan, tidak melebihi 300 cc darah. Selama proses terapi darah pasien ditambah dengan antikoagulan supaya tidak membeku. Setelah pemaparan dengan sinar UV, darah dialirkan kembali ke dalam tubuh pasien. Lama terapi sekitar 30 menit.

Aplikasi UV Autohaemotherapy Pada Berbagai Penyakit:

1. Bedah

- Peritonitis
- Pankreatitis akut dan destruktif
- Pneumonia dan pleuritis
- Radang di daerah maxillofacial
- Mastitis
- Luka yang terinfeksi
- Mediastinitis
- Osteomyelitis
- Paraproktitis
- Sepsis
- Patah tulang terbuka
- Trauma kepala
- Luka pada payudara dan abdomen
- Ulkus tropikum
- Lymphostatis
- Arterosklerosis arteri
- Sindrom postemboli
- Trombosis ileofemoral
- Tromboemboli arteri paru

2. Penyakit Dalam

- Endokarditis
- Hipertensi
- Penyakit Jantung Koroner
- Infark miokard (lebih dari 3 minggu)
- Takiaritmia
- Asma bronchial
- Hipertensi paru
- Ulkus lambung dan duodenum

3. Obstetrik dan ginekologi

- Infeksi saluran urogenital
- Anemia asiderosis
- Toksikosis karena kehamilan

4. Endokrinologi

- Diabetes Melitus
- Hipotiroid
- Sindrom ovarium sklerositik

5. Pediatrik

- Toksik sepsis
- Penyakit kulit
- Hemolitik pada bayi baru lahir
- Meningitis

6. THT

- Otitis kronik-purulen
- Sinusitis paranasal
- Labyrintho-cochleopathies

7. Neurologi

- Osteokondrosis
- Penyakit cerebrovascular (lebih dari 3 minggu)
- Neuroinfeksi

8. Urologi

- Prostatitis
- Pyelonefritis
- Paranefritis
- Renal Carbunkel

9. Kulit

- Neurodermatitis
- Psoriasis

10. Infeksi

- Chlamydiosis
- Myxoplasmosis
- Hepatitis virus A dan B
- Gonorrhea

blogyou template Copyright 2009 Monev Software LLC