Welcome to BlogYou!

Welcome to the latest and greatest blogger template.
Start Bloggin today with a free account!

Register Now!

Jul 10

Manfaat Ozon bagi Korban Bom

Di Indonesia, manfaat terapi ozon pada manusia memang belum pernah diteliti. Namun salah seorang korban bom di Hotel J.W. Marriott telah menikmati manfaatnya. Luka bakarnya sembuh lebih cepat. Lebih dari itu, terapi ozon juga bermanfaat mempercepat kesembuhan penyakit degenerative seperti jantung, kanker, dan diabetes.


Tragedi bom Marriot beberapa waktu lalu menyebabkan jatuhnya korban meninggal dan luka bakar. Kebetulan salah seorang korban luka bakar adalah klien Stanford Medical Center, sebuah klinik penyedia terapi ozon.


Lalu, bekerja sama dengan rumah sakit tempatnya dirawat, pasien itu mendapat terapi ozon lewat infu dan pembubuhan cairan ozon pada luka-lukanya. Hasilnya luar biasa. Luka bakar di punggung pasien tersebut cepat sekali sembuh.


Fakta di atas diceritakan oleh Dr. Inggriani. Tobarasi, seorang dokter terapis ozon. “Terapi ozon memang bermanfaat untuk menyembuhkan luka bakar. Sebab, zat ozon membantu kerja pembentukan sel-sel kulit baru. Kulit yang sudah mengeras bisa lebih baik dengan terapi ini.” Ucap Dr. Inggriani.
Memang pemulihan luka bakar seperti korban bom itu tidak bisa 100 persen. Namun dengan terapi ozon, pemulihan kulit bisa mendekati normal. Lebih dari itu, manfaat terapi ozon tidak terbatas hanya untuk proses penyembuhan luka bakar.


Di Rusia, teknologi terapi ozon sudah berkembang sangat maju. Penelitian tentang terapi ini pun sudah berjalan 25 tahun. Maka di negara itu ada organisasi bernama Russian Association of Ozone Therapy yang dipimpin Prof. Sergey P. Peretyagin. M.D.


Dalam penerapan terapi ini, Stanford Medical Center memilih bekerjasama dengan Asosiasi  Terapi Ozon Rusia itu. Menurut Dr. Inggriani, “Kerjasama itu meliputi alih teknologi, pengiriman data dan pelatihan staf. Bila ada kasus yang sulit atau aneh, kami akan berkonsultasi dengan pihak Rusia.”
Di  Indonesia, terapi ozon sudah mendapatkan rekomendasi dari organisasi Ikatan Dokter Indonesia setelah mengadakan diskusi ilmiah antara 15 pakar kedokteran dengan para ahli dari Rusia beberapa bulan lalu.


Proses pemasukan ozon ke pembuluh darah disebut apheresis. “Pertama, kami akan  mencari  pembuluh darah vena di tangan kiri pasien. Kemudian dari pembuluh vena itu darah mengalir melalui selang menuju sebuah alat berisi ozon. Setelah diolah dengan ozon, darah masuk kembali ke pembuluh darah di tangan sebelah kanan. Jadi prosesnya seperti cuci darah.” Papar dokter yang menjalani pelatihan terapi ozon di bawah pengawasan pakar dari Rusia ini.


Pasien yang menjalani proses apheresis ini bisa melihat sendiri warna darah yang mengalir dari pembuluh darah vena lengan sebelah kiri. “Warna darah pasien yang sakit biasanya merah keruh. Setelah darah itu diolah dengan alat yang dialiri ozon, warna darah menjadi cerah.”
Ia juga menekankan bahwa semua bahan yang dipakai pasien untuk apheresis ini sifatnya sekali pakai. Tidak ada darah yang masuk ke dalam mesin, sehingga terapi dijamin aman. Pasien tidak kontak dengan darah pasien lain.


Untuk melakukan terapi ini semua peralatannya harus diimpor, “Sekali melakukan apheresis ini pasien membutuhkan biaya sebesar Rp 1,2 juta,” ujarnya lagi.


Proses pemasukan ozon juga bisa dilakukan lewat infuse. Cairan infus terlebih dahulu diberi ozon, kemudian diinfus  ke dalam tubuh.Hanya saja proses ini jauh lebih murah dibandingkan dengan apheresis, “Untuk proses infus ini pasien membutuhkan biaya Rp 300 ribu, “katanya.


TANPA EFEK SAMPING

Dengan terapi ozon ini, sel darah merah meningkat. Ini berarti kekebalan tubuh meningkat dan terjadi penurunan kekentalan darah. Dengan kata lain, darah menjadi lebih encer dan lancer peredarannya. Tentu  saja ini bagus untuk pasien penyakit jantung. Juga untuk pasien stroke karena memperbaiki peredaran darah ke otak.


Selain itu ozon juga mengandung zat antivirus, sehingga penyakit yang disebabkan oleh virus seperti hepatitis dan herpes bisa disembuhkan.
Terapi ozon juga bermanfaat membuat orang jadi awet muda, lho. Kulit jadi lebih halus, badan terasa lebih segar. Ada salah seorang staf  kami yang merasakan gairah seksnya lebih meningkat, ereksi jadi lebih lama, “ sebut Dr Indra Marki, Sp.PD, ahli penyakit dalam di klinik tersebut.


Proses penyembuhan penyakit kanker juga bisa terbantu dengan terapi ini. Mengingat sel-sel kanker sifatnya anaerobic, tidak membutuhkan oksigen. Padahal ozon yang dimasukkan ke dalam tubuh mengandung oksigen. Karena kebanjiran oksigen, sel-sel anaerobic itu akan mati.


Oleh Dr. Inggriani juga dijelaskan bahwa ozon (O3) adalah gas alami yang terdiri dari tiga atom oksigen. Gas O3 itu sifatnya tidak stabil dan akan menjadi O2 dan O dalam hitungan kurang 20 menit variable normal. O tunggal secara alami adalah atom yang sangat kuat dan efektif untuk membasmi virus, bakteri, parasit, jamur dan mikroorganisme, termasuk sel kanker. Sel-sel sehat akan mendapat manfaat dari oksigen tersebut dengan melindungi diri dari proses oksidasi penyebab berbagai penyakit.


Dengan manfaat yang begitu besar untuk kesehatan, terapi ozon nyaris tidak punya efek samping. “Berdasarkan data penelitian di luar negeri dari 1 juta aplikasi terapi ini kepada pasien, hanya ada tujuh kasus reaksi badan dan berupa alergi. Sebelum member terapi, kami harus menanyai pasien dan memeriksanya.”


Pasien disarankan untuk menjalani terapi seminggu sekali. Setelah lima minggu, kondisi pasien akan dievakuasi lewat pemeriksaan fisik dan laboratorium. Dari situ akan diputuskan langkah-langkah terapi selanjutnya.


“Ingat, terapi ozon ini sifatnya komplementer, hanya melengkapi pengobatan medis yang lain. Jadi penyakit tidak bisa sembuh hanya dengan terapi ozon. Terapi ini juga harus disertai obat dan menjaga gaya hidup, seperti pola makan,” ucap Dr. Indra.
“Terapi ozon akan mengurangi kebutuhan akan obat. Tapi bukan berarti berhenti sama sekali minum obat begitu menjalani terapi ozon, “katanya.
Oleh : Diyah Triarsari, Senior.


Author:
Ken Filed Under:
ARTIKEL - Manul Book OT
E-mail Print PDF
blogyou template Copyright 2009 Monev Software LLC